Selasa, 28 September 2010

Jelang MotoGP Jepang 2010 Rossi Terhadang Kondisi Badan

MOTEGI – Cedera bahu Valentino Rossi belum sembuh secara total. Tak heran, The Doctor ragu bisa meraih hasil maksimal di MotoGP Jepang, mendatang.

Ya, bintang Fiat Yamaha tersebut mengalami kesulitan ketika balapan di Aragon. Ketika itu, cedera bahu membuat Rossi tidak dapat tampil maksimal dan kondisi serupa akan dihadapinya di Motegi, pekan ini.

“Balapan Aragon merupakan pekan yang berat untuk kami berdua. Sebab, kami tidak dapat menemukan setingan yang pas buat M1. Selain itu, saya juga bermasalah dengan bahu,” kata Rossi.

“Cedera kaki saya segera pulih. Saya sudah bisa berlari. Namun, cedera bahu menjadi masalah utama dan kami tahu keadaan ini tidak akan berubah hingga kondisi saya fit,” lanjut pembalap asal Italia.

Sirkuit Motegi memang bukan hal baru buat Rossi. Mantan bintang Honda itu pernah meraih kemenangan pada musim 2008. Namun, kondisi saat ini berbeda, karena The Doctor sedang cedera bahu.

“Saya memiliki memori hebat di Motegi, khususnya ketika meraih kemenangan di 2008 silam. Namun, kondisi tubuh yang tidak fit membuat saya sulit balapan dengan maksimal pekan ini,” ungkap Rossi dilansir autosport, Rabu (28/9/2010).

“Tiga pekan mendatang akan berlangsung berat. Namun, setelah balapan ini, saya akan membalap di dua lintasan favorit dan saya mengharapkan hasil terbaik. Kami akan melakukan yang terbaik dan melihat apa yang akan terjadi,” tandas dia.

Tiga Sukhoi Rusia Diserah-terimakan

Jakarta-HARIAN BANGSA
Tiga pesawat Sukhoi resmi diserahkan perusahaan  Rosoboronexport asal Rusia ke Indonesia. Dengan demikian, jumlah total pesawat tempur canggih tersebut yang dimiliki Indonesia ada 10 buah.

Serah terima ketiga pesawat Sukhoi itu dilakukan di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (27/9/2010). Serah terima dilakukan antara Dirjen Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda Susilo dan Deputi Direktur Umum Rosoboronexport Victor Mikhailovich Komardin.
Acara tersebut disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro,  Dubes RI untuk Rusia Hamid Awaluddin, Dubes Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov dan KSAU Marsekal Imam Sufaat.
Usai acara serah terima, Purnomo mengatakan, dengan kehadiran 3 pesawat ini berarti Indonesia telah memiliki 10 pesawat Sukhoi. Jumlah tersebut akan terus ditambah untuk memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia.
"Jumlah itu akan terus ditambah mengingat luas wilayah dan ancaman yang selalu ada. Perekonimian negara terus meningkat, jadi kita mampu membayar untuk kekuatan TNI ke depan," kata Purnomo.
Sebelum pelaksanaan serah terima itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyempatkan ikut terbang bersama di pesawat Sukhoi SU-30 double seat. Pesawat itu dipiloti Komandan Skadron 11 Wing 5 Letkol (Pnb) Tony Haryono, di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.
Penerbangan selama 30 menit ini juga diiringi oleh satu Sukhoi lainnya yang mengangkut Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama Agus Supriatna. Purnomo saat ditemui detikcom usai meninjau Sukhoi, mengaku puas dan optimistis dengan sistem pertahanan udara TNI AU di Skadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin.
"Hasilnya sangat meyakinkan dan membuktikan kita siap mempertahankan kedaulatan negara kita," kata Purnomo.
Setelah itu, serah terima berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA. Anggota DPR yang hadir yakni Wakil Ketua Komisi I dari FPDIP Mayjen Purn TB Hasanuddin, anggota Komisi I lainnya yakni Roy Suryo, Primus Yustisio dan Fayakun Andriadi.
Wakil Ketua Komisi I dari FPDIP Mayjen Purn TB Hasanuddin mengatakan, Sukhoi yang baru diserahterimakan itu akan dibawa ke Panglima Komando operasi TNI AU di Hasanuddin.
"Jadi total Sukhoi yang baru ada 10. Pada 5 Oktober, 7 Sukhoi akan dipamerkan," ujar Hasanuddin. Terkait tiga pesawat Sukhoi itu, sempat diwarnai tewasnya tiga teknisi dari tim warranty Rusia akibat menenggak minuman keras dicampur spiritus.  (nik/det)

Senin, 27 September 2010

Ikan Bergigi Manusia Tertangkap di AS

VIVAnews - Seorang pemancing di Amerika Serikat terkejut bukan kepalang ketika ikan yang berhasil ditangkap itu, malah mengigitnya kencang. Dia tentu saja menjerit dan setelah diperiksa gigi ikan ini mirip gigit manusia.
Seperti dilansir web.orange.co.uk edisi 24 September 2010, Frank Yarborough sedang memancing di Danau Wylie, South Carolina. Belum lama melempar kail, seekor ikan mengigit umpan lalu tersangkut.
Frank  girang bukan kepalang karena ikan yang terjerat itu sungguh besar. Warnanya gelap dan memiliki berat sekitar 5 kilogram dengan panjang hampir setengah meter. Yarborough menduga itu adalah ikan lele.
Dia pun memasukkan tangannya ke dalam air untuk mengambil ikan tadi. Tetapi, dia merasa kaget dan menjerit karena  didigit kencang seperti digigit manusia. Setelah diperiksa ikan itu memang rada langka. Diamemiliki gigi seperti gigi seri, geraham, dan taring seperti yang dimiliki manusia. Tidak seperti ikan di danau itu pada umumnya.
Ikan langka itu ditangkap dan dibawa pulang. Yarborough belum terpikir untuk menggorengnya. Hingga kini masih tersimpan di dalam lemari es.
Para ahli biologi percaya ikan itu mungkin dibesarkan dalam sebuah kolam yang eksotis. Robert Stroud, seorang ahli biologi perikanan air tawar Departemen Sumber Daya Alam di Carolina Selatan, telah mengkonfirmasi adanya sampel ikan itu. Sampel ikan itu telah dikirim untuk menentukan apa jenis spesies ikan misterius itu.
Stroud mengatakan kepada WBTV: "Mungkin ikan ini satu spesies dengan bawal, yang diduga berasal dari lembah Sungai Amazon Amerika Selatan. Jenis ikan ini cukup umum dalam lingkungan ikan hias."
Bawal ini masih saudara dekat dengan ikan ganas di Sungai Amazon, Piranha. Piranha merupakan spesies ikan air hangat dan bukan asli Danau Wylie.



Darimana Senjata Gerombolan Perampok Itu

Kasus perampokan bersenjata kian marak. Setelah perampokan Bank CIMB Medan 18 Agustus lalu, perampok bersenjata di Jakarta, terakhir kawanan perampok juga menggasak mesin ATM sebuah bank di Bukit Tinggi.
Kejadian yang terakhir itu berlangsung justru ketika aparat kita sedang siaga penuh mengawasi gerakan kelompok perampok Medan. Hebatnya mereka beraksi dengan senjata serbu seperti M16 dan AK-47. 
Darimana mereka memperoleh senjata serbu seperti itu? Itulah yang menjadi pertanyaan besar selama ini. Laporan dari International Crisis Group menyebutkan bahwa sebagian senjata yang beredar di masyarakat bersumber dari gudang senjata polisi yang dibobol oleh anggota polisi sendiri. Pembobolan itu antara lain terjadi  di gudang senjata Brimob di Lembang, Bandung.
Selain dari gudang, menurut laporan ICG, senjata juga diperoleh dari jalur perdagangan internasional. Dari Philipina hingga Thailand. ICG menelusuri kelompok yang disebut sebagai sebagai jalur Phuket, rute belanja tradiosional Gerakan Aceh Merdeka (GAM) semenjak 1976.
Senjata juga bisa diperoleh dari Cipacing, perajin senapan angin tradisonal di Sumedang, Jawa Barat. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa mereka lazim membeli laras afkiran dari PT Pindad di Bandung. Liputan lengkap soal sumber senjata itu baca di sini.
Manajemen PT Pindad membantah keras. Menurut Direktur Pindad Adi A Soedarsono, barang afkiran itu tak mungkin lolos  keluar sebab semua karyawan saban hari diperiksa ketat saat keluar dari perusahaan itu. Bantahan Pindad baca di sini.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Iskandar Hasan, mengaku mengawas ketat setiap tempat yang diduga memproduksi senjata api ilegal. “Intelegen kami, Polres hingga Polsek mengawasinya secara ketat,”katanya. Tidak semua polisi, lanjutnya, boleh memegang senjata. Mereka harus melewati serangkaian tes, termasuk  kejiwaan. Baca sangahan selengkapnya di sini.

Tipe Pria dari Pilihan Celana Dalamnya




KOMPAS.com — Fungsi celana dalam, khususnya untuk pria, pada dasarnya memang hanya untuk melindungi bagian tubuhnya yang vital. Namun, ketika pakaian dalam ini masuk ke ranah fashion, maka fungsinya bisa lebih luas. Dari yang menutup rapat, hingga yang longgar membebaskan. Dari pilihan model celana dalam pula kita bisa mengetahui karakter seorang pria. Enggak percaya?
Boxer
Boxer boleh dibilang merupakan pilihan pertama para pria. Modelnya yang longgar memang membuatnya lebih nyaman dipakai dan mudah pula dilepaskan. Oleh karena itu, pria yang senang memakai boxer sering digambarkan sebagai orang yang easy going dan tahu bagaimana bersenang-senang. Mereka senang traveling, menghabiskan waktu bersama teman-teman, selalu aktif, dan menyukai tantangan.
Boxer brief
Pria yang memilih memakai
boxer brief (panjangnya seperti boxer, tapi pas di badan) biasanya tenang, dapat menguasai diri, dan terorganisasi. Mereka cenderung menjadi pemimpin dalam kelompoknya dan menjadi pihak yang mengatur teman-temannya ketika ingin hang out. Mereka orang yang menghidupkan suasana, tapi juga selalu memastikan bahwa setiap orang diperhatikan. Selama tidak terlalu sok ngatur sih mereka akan selalu disukai. Lebih asyik lagi, penggemar boxer brief selalu berkomitmen dengan hubungan cintanya.
Brief
Brief, atau kancut, juga masih menjadi pilihan sebagian pria. Punya nama lain tighty-whities karena zaman dulu modelnya selalu sama dan berwarna putih. Sekarang, meskipun model dan warnanya sudah bervariasi, kancut dipakai oleh pria yang menyukai pakaian dalam yang terasa membatasi atau melindungi dengan rapat. Tidak heran bila penyuka model celana dalam ini kerap tertib dan ingin memiliki kontrol penuh atas hidupnya.
Thong
Thong juga dikenal dengan g-string, yaitu celana dalam yang tidak menggunakan penutup pada bagian bokong. Modelnya kerap kali hanya berupa segitiga di bagian depannya dan tali tipis di bagian pinggang atau pinggulnya. Untuk thong, tali lebih lebar. Celana dalam ini memang terkesan erotis. ,Namun ada juga lho pria yang senang memakainya. Mereka digambarkan sebagai orang yang sangat outgoing, dan sebagian adalah eksibisionis.
No underwear
Kok bisa sih, ada orang yang tidak suka memakai pakaian dalam? Hm... ada banyak alasan untuk itu. Mungkin orang ini ingin menjalani kehidupan senatural mungkin, atau, ia memang tidak suka ada sesuatu yang membatasi geraknya, atau, ia memang kehabisan pakaian dalam. Namun sebenarnya tidak mengenakan pakaian dalam sedikit membahayakan bagi pria karena bisa saja terjadi insiden resleting macet di tempat yang tidak dikehendaki. Bila itu terjadi, hanya satu yang bisa kita katakan: kebebasan itu memang mahal harganya.


Kenapa Cowok "Cool" Digilai Wanita?





Tipe pria cool atau kalem ternyata banyak mencuri hati kaum wanita. Kenyataan itu tak dapat disangkal, terutama saat para ilmuwan dapat menjelaskan mengapa hal itu terjadi.  

Penelitian tentang apa yang membuat pria digilai para wanita sering kali hanya terfokus pada faktor testosteron. Hal ini karena testosteron selalu dikaitkan dengan  maskulinitas seperti rahang yang besar atau alis lebih berat, dan biasanya berhubungan dengan kesehatan jangka panjang yang lebih baik. Awalnya, alasan-alasan itu masuk akal karena dari sudut evolusi, wanita memang terpikat pada laki-laki dengan kadar testosteron tinggi.

Akan tetapi kajian terbaru mengungkapkan, pria dengan kadar testosteron tinggi tidak otomatis menarik minat para wanita. Ada kaum Hawa yang menilai pria dengan testosteron tinggi sarat akan kelemahan jangka panjang. Contohnya, pria
macho relatif tidak setia pada pasangan atau juga mungkin menjadi orang tua yang buruk.

Hal itu dikuatkan dengan penelitian Fhionna Moore, seorang Ekolog Perilaku Manusia dari Universitas Abertay Dundee, Skotlandia yang memfokuskan pada hormon stres atau kortisol. Menurut Fhionna, hormon kortisol yang tinggi juga dapat menekan sistem kekebalan tubuh, bahkan fungsi reproduksi.

Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa akan masuk akal jika perempuan lebih suka pria dengan kadar kortisol rendah - yaitu, mereka yang tidak mudah stres.
Tipe "cool" banyak diincar
Moore melakukan riset terhadap 39 mahasiswa laki-laki dari Universitas yang sama. Tingkat kortisol dan testosteron mahasiswa diukur melalui sampel air liur yang dikumpulkan. Selanjutnya, para peneliti meminta 42 mahasiswi perempuan dari universitas berbeda untuk menilai langsung daya tarik, maskulinitas dan kesehatan para mahasiswa laki-laki berdasarkan fotonya.

Hasilnya, mahasiswa laki-laki dengan kadar kortisol rendah dinilai lebih menarik dibanding orang-orang dengan tingkat kortisol tinggi. Sementara kadar testosteron tidak terkait dengan daya tarik, maskulinitas atau kesehatan.

Untuk studi lebih kompleks, para ilmuwan mengambil foto 39 wajah laki-laki berdasarkan pekerjaan mereka dan membagi mereka menjadi empat kelompok, yaitu tinggi testosteron dan kortisol tinggi; testosteron tinggi dan rendah-kortisol, testosteron rendah dan tinggi kortisol; rendah testosteron dan kortisol rendah.

Dalam setiap kelompok, semua foto dicampur untuk membantu membuat satu gambar komposit. Dengan cara ini, peneliti berharap untuk melihat apa efek kombinasi kadar hormon yang berbeda menentukan daya tarik.

Para peneliti juga meneliti foto 43 mahasiswa perempuan heteroseksual untuk melihat foto para laki-laki saat mereka dalam masa subur ataupun tidak. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk melihat efek hormon wanita dan kesuburan berhubungan dengan persepsi terhadap laki-laki.

Hasilnya, ketika perempuan dalam masa subur, maka orang-orang dengan tingkat kortisol rendah (tipe pria
cool) dianggap sebagai lebih menarik dibanding laki-laki dengan tingkat kortisol tinggi.

"Kami berspekulasi bahwa laki-laki dengan kortisol rendah memiliki sesuatu yang diinginkan perempuan karena mendapatkan rasa aman. Ini bisa jadi contoh yang baik kesehatan yang baik atau respon yang sehat terhadap stres," kata Moore

Hasilnya jauh lebih rumit bila perempuan tidak dalam masa suburnya. Saat  tidak subur, perempuan melihat pria dengan tingkat testosteron-kortisol sama tinggi atau testosteron-kortisol rendah lebih menarik daripada pria yang salah satu unsurnya lebih tinggi di banding yang lain.

"Laki-laki dengan kadar testosteron dan kortisol yang tinggi  merupakan sinyal bahwa laki-laki tersebut dominan, sementara seseorang dengan kadar testosteron dan kortisol yang rendah merupakan orang dengan kesehatan yang baik," kata Moore yang mempublikasikan temuannya dalam jurnal
Proceedings of the Royal Society B.




Tipe pria cool atau kalem ternyata banyak mencuri hati kaum wanita. Kenyataan itu tak dapat disangkal, terutama saat para ilmuwan dapat menjelaskan mengapa hal itu terjadi.  

Penelitian tentang apa yang membuat pria digilai para wanita sering kali hanya terfokus pada faktor testosteron. Hal ini karena testosteron selalu dikaitkan dengan  maskulinitas seperti rahang yang besar atau alis lebih berat, dan biasanya berhubungan dengan kesehatan jangka panjang yang lebih baik. Awalnya, alasan-alasan itu masuk akal karena dari sudut evolusi, wanita memang terpikat pada laki-laki dengan kadar testosteron tinggi.

Akan tetapi kajian terbaru mengungkapkan, pria dengan kadar testosteron tinggi tidak otomatis menarik minat para wanita. Ada kaum Hawa yang menilai pria dengan testosteron tinggi sarat akan kelemahan jangka panjang. Contohnya, pria
macho relatif tidak setia pada pasangan atau juga mungkin menjadi orang tua yang buruk.

Hal itu dikuatkan dengan penelitian Fhionna Moore, seorang Ekolog Perilaku Manusia dari Universitas Abertay Dundee, Skotlandia yang memfokuskan pada hormon stres atau kortisol. Menurut Fhionna, hormon kortisol yang tinggi juga dapat menekan sistem kekebalan tubuh, bahkan fungsi reproduksi.

Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa akan masuk akal jika perempuan lebih suka pria dengan kadar kortisol rendah - yaitu, mereka yang tidak mudah stres.
Tipe "cool" banyak diincar
Moore melakukan riset terhadap 39 mahasiswa laki-laki dari Universitas yang sama. Tingkat kortisol dan testosteron mahasiswa diukur melalui sampel air liur yang dikumpulkan. Selanjutnya, para peneliti meminta 42 mahasiswi perempuan dari universitas berbeda untuk menilai langsung daya tarik, maskulinitas dan kesehatan para mahasiswa laki-laki berdasarkan fotonya.

Hasilnya, mahasiswa laki-laki dengan kadar kortisol rendah dinilai lebih menarik dibanding orang-orang dengan tingkat kortisol tinggi. Sementara kadar testosteron tidak terkait dengan daya tarik, maskulinitas atau kesehatan.

Untuk studi lebih kompleks, para ilmuwan mengambil foto 39 wajah laki-laki berdasarkan pekerjaan mereka dan membagi mereka menjadi empat kelompok, yaitu tinggi testosteron dan kortisol tinggi; testosteron tinggi dan rendah-kortisol, testosteron rendah dan tinggi kortisol; rendah testosteron dan kortisol rendah.

Dalam setiap kelompok, semua foto dicampur untuk membantu membuat satu gambar komposit. Dengan cara ini, peneliti berharap untuk melihat apa efek kombinasi kadar hormon yang berbeda menentukan daya tarik.

Para peneliti juga meneliti foto 43 mahasiswa perempuan heteroseksual untuk melihat foto para laki-laki saat mereka dalam masa subur ataupun tidak. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk melihat efek hormon wanita dan kesuburan berhubungan dengan persepsi terhadap laki-laki.

Hasilnya, ketika perempuan dalam masa subur, maka orang-orang dengan tingkat kortisol rendah (tipe pria
cool) dianggap sebagai lebih menarik dibanding laki-laki dengan tingkat kortisol tinggi.

"Kami berspekulasi bahwa laki-laki dengan kortisol rendah memiliki sesuatu yang diinginkan perempuan karena mendapatkan rasa aman. Ini bisa jadi contoh yang baik kesehatan yang baik atau respon yang sehat terhadap stres," kata Moore

Hasilnya jauh lebih rumit bila perempuan tidak dalam masa suburnya. Saat  tidak subur, perempuan melihat pria dengan tingkat testosteron-kortisol sama tinggi atau testosteron-kortisol rendah lebih menarik daripada pria yang salah satu unsurnya lebih tinggi di banding yang lain.

"Laki-laki dengan kadar testosteron dan kortisol yang tinggi  merupakan sinyal bahwa laki-laki tersebut dominan, sementara seseorang dengan kadar testosteron dan kortisol yang rendah merupakan orang dengan kesehatan yang baik," kata Moore yang mempublikasikan temuannya dalam jurnal
Proceedings of the Royal Society B.